Perkembangan Game






SEJARAH PERKEMBANGAN GAME 

Sejarah Game (Generasi Pertama 1970-1975)

    Nolan Bushnell dan Ted Dabney memutuskan untuk bekerja sama dan membuat sebuah perusahaan bernama Atari pada tahun 1972. Setelah melihan demonstrasi Magnavox Odyssey. Nolan Bushell meminta karyawan yang baru ia rekrut. Allan Alcorn untuk membuat versi game tenis meja sebagai proyek latihan agar ia merasa familiar dengan desain video game. Permainan ini cukup laris di pasaran pada Maret 1973. Kemudian Atari dan Midway merilis banyak game baru dengan genre yang beragam seperti Gran Talk 10, Tank, Wheels, Gun Fight, dan Sea Wolf. Karena itu, penetrasi video game menambah ke jepang. Pasar video game semakin menanjak ketika Taito mengenalkan Space Invaders.

    Magnavox Odyssey nggak pernah dikenal dipublik karena teknologi yang sangat jadul. Di pertengahan tahun 1970an, game ball-and-paddle sangat digilai dan akhirnya melanjutkan pengembangan mikrochip yang bisa digabungkan pada produk rumahan. Atari memasuki pasar rumahan pada tahun 1975 dengan sistem chip tunggal bernama Home Pong yang dikembangkan oleh Harold Lee. Perusahaan mainan bernama Coleco menggunakan chip LSI untuk membuat konsol game bernama Tesltar.



Sejarah Game (Generasi Kedua 1976-1980)

    Setelah kejatuhan pasar konsol terdedikasi pada tahun 1978, sistem video game bergeser pada penyimpanan data game berbasiskan ROM disimpan di sebuah perangkat bernama catridges. Sebuah perushaan semikonduktor bernama Fairchild menghadirkan produknya ke pasaran dengan nama Channel F, namun setelah rugi berjuta-juta pada bisnis jam digital, perusahaan mengambil pendekatan konservatif pada pasar konsol yang dapat diprogram dan menjaga jalannya produksi sistemnya rendah. Alhasil, akhir tahun 1977, Fairchild hanya menjual 250,000 sistem. Kemudian pada tahun yang sama, Atari juga memasarkan produknya dan habis terjual hingga 400,000 unit. Setahun kemudian, dengan Odyssey-nya Magnavox mengikuti pasar tersebut. Di samping itu, perusahaan mainan bernama Mattel merilis sistem bernama Intellivision di tahun 1979.

    Terobosan video game sebenarnya adalah setelah Atari meluncurkan salah satu game populer dari Taito, Space Invader untuk VCS. Penjualan Atari pun sangat meleit, angkanya mencapai $119 juta di tahun 1980, kemudian meledak di tahun 1981 yang angka penjualannya mencapai $841 juta. Kemudian, kesuksesan tersebut membuat Atari ingin tetap memproduksi produk lanjutannya. Tahun 1982, Atari meluncurkan game konsol yang lebih canggih yakni sistem 8 bit dengan nama Atari 5200. Namun, sayangnya produk tersebut nggak sesukses pendahulunya.


Sejarah Game (Generasi Ketiga 1981-1985) (8 bit)

    Industri gaming Amerika Serikat mengalami kejatuhan pada tahun 1983, sedangkan di sisi lain, salah satu perusahaan game di Jepang melahirkan konsol gaming bernama Nintendo Entertainment System atau nama lainnya Famicom. Pada generasi ini, konsol-konsol game pada umumnya menggunakan gamepad atau joypad, dan penggunaan controller ini menjadi lebih populer. Kepopuleran penggunaan gamepad atau joypad mengalahkan controller klasik seperti joystick, keypad, dan juga paddle. Konsol generasi ketiga mengangkat genre-genre yang lebih bervariasi ke permukaan. Sebut saja beberapa game RPG seperti The Legend of Zelda, Final Fantasy, Dragon Quest, dan yang lainnya mulai dikenal di masyarakat. Selain itu, ada game lain bergenre stealth buatan Hideo Kojima bernama Metal Gear, dan juga game horror bernama Sweet Home buatan Capcom.


Sejarah Game (Generasi Ke-Empat 1986-1990) (16 bit)

    Pada tahun 80an Nintendo mengalami kesuksesan berkat Famicom atau Nintendo Entertainment System-nya (NES). Penjualan catridge pun mencapai hingga angkat milyaran Dollar Amerika Serikat. Di samping itu, perkembangan teknologi video game pun semakin meningkat dan di sini lah muncul generasi keempat dengan teknologi 16 bit. Di generasi ini muncul sebuah konsol game bernama TurboGrafx-16 yang mengalami pejualan yang cukup baik di Jepang, namun sangat buruk di Amerika serikat dan Eropa karena jumlah game yang sedikit.

    Sega melahirkan sebuah konsol game bernama Sega Mega Drive atau Genesis yang sangat laris di tahun 1988. Karena hal tersebut, Nintendo nggak mau kalah dan merilis sistem barunya bernama Super Nintendo Entertainment System (SNES) di tahun 1990. Teknologi yang digunakan keduanya sangatlah mumpuni untuk menghasilkan visual yang lebih baik.

Sega melahirkan sebuah konsol game bernama Sega Mega Drive atau Genesis yang sangat laris di tahun 1988. Karena hal tersebut, Nintendo nggak mau kalah dan merilis sistem barunya bernama Super Nintendo Entertainment System (SNES) di tahun 1990. Teknologi yang digunakan keduanya sangatlah mumpuni untuk menghasilkan visual yang lebih baik.


 Sejarah Game (Generasi Kelima 1991-2000) (64 bit)

    Di tahun 90an transisi besar-besaran dalam teknologi video game dilakukan terutama pada grafis. Bersamaan dengan itu, di generasi keempat ini, Atari mencoba peruntungannya lagi dengan meluncurkan Atari Jaguar pada tahun 1993. Selain itu, perusahaan lain bernama 3DO merilis konsol gamenya yang bernama 3DO Interactive Multiplayer. Sayanya, sekali lagi Atari gagal memperoleh penjualan yang baik. Begitu juga dengan 3DO, mereka mengalami hal yang sama. Setahun kemudian muncul tiga konsol baru yang dirilis di Jepang, di antaranya Sega Saturn, Sony PlayStation, dan juga PC-FX. Sebagai pemain baru, Sony dengan PlayStation-nya mendapatkan penjualan yang sangat baik. Salah satu penyebab larisnya Sony PlayStation adalah jumlah game yang begitu banyak yang membuat para konsumennya tertarik. Maka dari itu, konsol ini bisa dibilang sebagai salah satu konsol dengan penjualan terbaik sepanjang masa.

    Nintendo juga ingin melanjutkan kesuksesan masa lalunya dengan menciptakan sebuah konsol 64-bit bernama Nintendo 64. Salah satu game paling populernya adalah Super Mario 64. Karena teknologi gaming semakin maju, banyak juga genre game baru yang bermunculan. Dahulu mungkin nggak pernah terpikirkan akan ada sebuah game menari dengan nama Dance Dance Revolution. Selain itu, game-game seperti Resident Evil mendapatkan pasarnya karena menawarkan atmosfir menegangkan dan seram yang semakin hidup. Pada generasi ini, banyak developer yang merilis game 3D karena spesifikasi mumpuni yang dimiliki oleh Sony PlayStation dan juga Nintendo 64.


Sejarah Game (Generasi Ke-enam 2001-2005) 

    Generasi ini dibuka oleh sebuah konsol besutan Sega bernama Sega Dreamcast pada tahun 1998. Konsol ini nggak hanya menampilkan grafis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan konsol 32-bit dan 64-bit, namun juga hadir dengan dukungan internet untuk bermain secara online. Sega Dreamcast melahirkan game-game keren nan inovatif seperti seri Shenmue. Shenmue mencoba menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki Dreamcast dengan menyuguhkan dunia luas open-world. Akan tetapi, walaupun mendapatkan kesuksesan, popularitas Sega Dreamcast juga cepat surut. Kemudian Sony PlayStation 2 muncul sebagai pahlawan di generasi konsol keenam ini diikuti dengan Nintendo GameCube dan juga Microsoft Xbox. Pada generasi ini, penggunaan media pun beralih. DVD kini lebih banyak digunakan karena memiliki kapasitas yang lebih besar. Sama seperti sebelumnya, Sony memenangkan pertarungan konsol walaupun kedua pesainya tersebut kuat.


      Generasi ini juga melahirkan genre-genre baru seperti Grand Theft Auto 3 (walaupun game ini bukanlah game baru). Jika sebelumnya Grand Theft Auto memiliki kamera yang hanya menyorot dari atas, pada seri ketiga ini, para gamers akan merasakan pengalaman menjadi pelaku kriminal ala GTA dengan sudut pandang thrid person.


Sejarah Game (Generasi Ketujuh 2006-2010) 

    Generasi ketujuh dibuka oleh Nintendo dengan konsol handheld-nya yang bernama Nintendo DS, dan diikuti oleh Sony dengan PlayStation Portable-nya. Kedua pesaing tersebut memiliki nilai jual yang berbeda. Sony tetap menjual segi grafis yang didukung dengan spesifikasi yang powerful, sedangkan Nintendo DS menawarkan gameplay yang lebih interaktif. Di tahun 2005, Microsoft merilis Xbox 360 dan Sony mengikutinya dengan merilis PlayStation 3 setahun setelahnya. Keduanya menawarkan kualitas visual HD dan perlu dukungan TV HD LCD. Di generasi ini juga, lahirlah sebuah teknologi lempengan bernama Blu-ray yang kapasitasnya tentu lebih besar.


Nintendo pun nggak mau ketinggalan. Akan tetapi, ketika kedua rivalnya tersebut bersaing dengan spesifikasi mana yang paling kuat, Nintendo Wii ingin memberikan pengalaman gaming baru. Nintendo Wii memiliki kualitas grafis yang nggak jauh berbeda dengan konsol gaming generasi sebelumnya. Penjualan Wii juga sangat diperhitungkan di waktu itu.

Sejarah Game (Generasi Kedelapan 2011-2020) 

Nintendo ingin melanjutkan kesuksesan NDS dengan merilis 3DS yang mana hadir dengan teknologi baru yakni autostreoscopic 3D untuk memproduksi sebuah efek 3D di layar. Kemudian Sony merilis console handheld penerusnya yang dinamakan PlayStation Vita. PS Vita mengusung layar OLED 5 inci dan menghadirkan koneksi WiFi. Wii U lahir setahun setelah NDS muncul. Namun, sayangnya penjualannya sangat buruk. Sony kembali melahirkan PlayStation 4 yang hadir dengan teknologi super keren dan juga pemanfaatan resolusi Full HD. Microsoft pun nggak mau kalah dengan mengeluarkan Xbox One. Setelah kegagalan Wii U, Nintendo kembali melahirkan console gaming dengan nama Switch yang jauh lebih menarik.



MELIRIK POTENSI BESAR BISNIS GAMES GEVELOPER


Instrument Investasi bisa dengan berbagai cara. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan dunia digital, yaitu dengan menjadi pengembang permainan atau game developer, tentu, kata-kata game developer sudah tidak asing bagi anda yang sudah sering bermain game baik di komputer, laptop, tablet atau juga smartphone anda.

    Semakin menarik game tersebut dari sisi konsep, materi, cerita dan juga cara bermainnya pastinya akan semakin orang yang mendownload dan memainkannya. Jika semakin banyak orang yang memainkannya, tentunya akan semakin banyak keuntungan yang bisa diraih. Bagi Anda yang belum terlalu yakin dengan bisnis game developer ini, silahkan simak potensi besarnya berikut ini.

Potensi Besar Bisnis Game Developer

Berikut beberapa hal yang mendukung bahwa bisnis game developer ini memiliki potensi yang benar.

Sumber Daya Manusia

    Saat ini, terutama kalangan muda yang kreatif sudah sangat kreatif sudah sangan tertarik untuk terjun menjadi seorang game developer. jika anda lihat games di Google Play Store dari HP android, tentu bisa ditemui banyak sekali game yang dibuat oleh game developer dari indonesia dari mulai game bertema pendidikan, game anak-anak sampi game yang cukup rumit. ini menunjukan bahsa SDM kreatif sedang tumbuh signifikan saat ini.

Jumlah Industri Atau Perusahaan

    Jika dilihat dari sisi jumlah industri atau perusahaan yang menaungi para game developer ini, angkanya masih sedikit. Ini berarti, potensi persaingan masih cukup terbuka lebar. Oleh sebab itu, ketika Anda menginvestasikan dana Anda pada game developer yang memiliki konsep game yang menarik, tentu menjadi investasi yang produktif karena didukung oleh SDM yang kreatif seperti sudah dijelaskan di atas. Bahkan, SDM kreatif ini bisa memberikan keuntungan yang lebih jika disertai dengan fasilitas dan teknologi yang memadai.

Teknologi Yang Terus Berkembang 

    SDM kreatif atau game developer tentunya membutuhkan teknologi yang memadai untuk mempermudahkan kerja dan meningkatkan kinerja mereka. beruntungnya, saat ini sudah banyak teknologi yang bahkan sudah ditingkatkan untuk mereka membuat serta mengembangkan game, Artinya, potensi ini terus berkembang. Oleh karenanya, investasi bisnis game developer ini juga akn terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.

Pasar Lokal Dan Global

    Pasar merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperjatikan ketika anda terjun ke dalam dunia bisnis. Pasar sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama karena pasar berkaitan dengan peluang serta keuntungan yang bisa diraih. Saat ini, pasar game sangan terbuka lebar. Terlebih jika game yang dibuat oleh game developer ini bisa dimainkan oleh siapa saja, Tentu akan banyak keuntungan yang bisa didapatkan
    
    Tidak menutup kemungkinan jika bahasa yang digunakan dalam game tersebut menggunakan bahasa inggris yang mudah dipahami, tentunya bukan hanya pasar lokal yang akan tertarik dengan game tersebut tetatpi juga pasar global.
    
    Selain beberapa poin diatas yang menunjukan bahwa sebagai Instrumen Investasi, game developer juga bisa memberikan keuntungan, Anda juga harus ingat bahwa jumlah pasar dari sebuah game tak terbatas. karna hal ini dikarenakan pencipta dan pemain game tidak akan merasa bosan walau ada banyak game yang ditawarkan. Artinya, game developer bisa terus kreatif menicptakan game-game baru sehingga dana investasi bisa terus mengalir. dan game harus dibuat seprofesional dan semenarik mungkin mungkin dengan harapan semua konsumen bisa menikmatinya. 


REVIEW JURNAL  PEMANFAATAN GAME 

Judul : Pemanfaatan Teknologi Game Untuk Pembelajaran Mengenal Ragam Budaya Indonesia Berbasis Android

Penulis : Putri Ludvyah Ekawati

Alamat Link :  
http://link.narotama.ac.id/files/5-PEMANFAATAN%20TEKNOLOGI%20GAME%20UNTUK%20PEMBELAJARAN%20MENGENAL%20RAGAM%20BUDAYA%20INDONESIA%20BERBASIS%20ANDROID.pdf

Kesimpulan : Dari kesimpulan yang saya ambil, pada perancangan skenario game dibuat berdasarkan kebutuhan kurikulum tentang pengenalan budaya Indonesia dengan level permainan diletakkan pada masing-masing daerah agar pemain dapat mengenal dan membedakan budaya khas dari daerah tersebut. Game amazing culture of indonesian bertema indonesia dengan genre puzzle game yang dikemas dalam bentuk hidden object game. Pada masing- masing level daerah disertakan NPC (Non-Player Character) berupa waktu agar permainan lebih menarik dan menantang.


REFERENSI (Sumber Link)

Sejarah Perkembangan Game : 
https://sobatgame.com/sejarah-game/

Potensi Bisnis Game :
https://koinworks.com/blog/melirik-potensi-besar-bisnis-games-developer/

Komentar

Postingan Populer