ARSITEKTUR GAME

ARSITEKTUR GAME


    Game engine (arti harfiah: "mesin permainan") adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk menjadi dasar pembuatan permainan video, seperti permainan di komputer, konsol, atau ponsel.[1] Game engine memberikan kemudahan bagi pengembang permainan karena menyediakan fungsi-fungsi inti dari sebuah permainan, misalnya grafika (menghasilkan grafika 2-dimensi atau 3-dimensi), fisika (menghitung dan menyimulasikan hukum-hukum gerak dan hukum fisika lainya), audio, atau kecerdasan buatan. Sebuah game engine dapat digunakan untuk membuat lebih dari satu permainan, dan pengembang permainan dapat mengoptimisasi proses pengembangan dengan cara menggunakan atau mengadaptasi game engine yang telah ada sebelumnya.

1. Sejarah Game Engine

    Sebelum game engine, permainan biasanya ditulis sebagai entitas tunggal: permaianan untuk Atari 2600, misalnya, harus dirancang dari bawah ke atas untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat keras layar — rutinitas tampilan inti ini sekarang disebut kernel oleh pengembang retro. 

    Platform lain memiliki lebih banyak kelonggaran, tetapi bahkan ketika tampilan tidak menjadi perhatian, kendala memori biasanya menyabotase upaya untuk membuat desain padat data yang dibutuhkan mesin. Bahkan pada platform yang lebih akomodatif, sangat sedikit yang dapat digunakan kembali di antara permainan. Kemajuan pesat perangkat keras arkade — yang merupakan ujung tombak pasar pada saat itu — berarti bahwa sebagian besar kode harus dibuang setelahnya, karena permainan generasi selanjutnya akan menggunakan desain permainan yang sama sekali berbeda yang memanfaatkan kelebihan sumber daya. 

        Jadi sebagian besar desain permainan selama 1980-an dirancang melalui seperangkat aturan hard-code dengan sejumlah kecil level dan data grafik. Sejak zaman keemasan permainan video arkade, sudah umum bagi perusahaan permainan video untuk mengembangkan mesin game in-house untuk digunakan dengan perangkat lunak pihak pertama.


2. Tipe-Tipe Game Engine
    Game memiliki berbagai macam jenis dan ditujukan untuk berbagai kemampuan pemrograman. Berikut ini adalah beberapa tipe dari game engine : 


        A. Roll Yout-Gaem Engine
    
    Game engine tipe ini lebih disukai karena selain gratis, game engine ini juga memperbolehkan para developer lebih fleksibel dalam mengitegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Namun kelemahan dari tipe game engine ini banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya.


       B. Mostly-Ready-Game Engine

    Engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer/programmer. Semuanya termasuk conth GUI, phisycs, libraries models, texture dan lain‐lain. Banyak dari mereka yang sudah benar‐benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama. Game engine semacam ini memiliki beberapa batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar‐benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak banyak terjadi error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis dan masih memungkinkan game engine‐nya tersebut untuk mengoptimalkan kinerja game‐nya. Dengan hal ini dapat menghemat waktu dan biaya dari para developer game.

      C. Point-And-Click Engine

    Engine ini merupakan engine yang sangat dibatasi, tetapi dibuat dengan sangat user friendly. Anda bahkan bisa mulai membuat game sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding. Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini tidak berguna, bagi developer cerdas dan memiliki kreativitas tinggi, game engine seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman dan merilis game‐game mereka secepatnya.


3. Elemen Pada Game Engine

        Seperti halnya perangkat lunak lainnya, pada game engine juga terdapat beberapa elemen diantaranya.

         A. Tools / Data
    Dalam pengembangan game, dibutuhkan data yang tidak semudah menuliskan text files. Dalam pengembangan game, paling tidak dibutuhkan beberapa tools seperti 3d model editor, level editor dan graphics programs. Bahkan jika diperlukan, seringkali kita mengembangkan game engine tersebut dengan menambahkan beberapa code dan fitur yang diperlukan.

        B. System
      System adalah bagian dari game engine yang berfungsi untuk melakukan komunikasi dengan hardware yang berada di dalam mesin. Jika game engine sudah dibuat dengan baik maka system ini adalah satu‐satunya bagian yang membutuhkan perubahan yang cukup banyak apabila dilakukan implementasi pada platform yang berbeda. Di dalam system sendiri terdapat beberapa sub system yaitu graphics, input, sound, timer, configuration. System sendiri bertanggung jawab untuk melakukan inisialisasi, update dan mematikan sub system yang terdapat di dalamnya.

        C. Console
       Dengan menambahkan console, kita dapat merubah setting game dan setting game engine di dalam game tanpa perlu melakukan restart pada game tersebut. Console sendiri lebih sering digunakan dalam proses debugging. Apabila game engine tersebut mengalami error kita tinggal mengoutputkan error message tersebut ke dalam console tanpa harus melakukan restart. Console sendiri dapat dihidupkan dan dimatikan sesuai keinginan

        D. Support
      Support adalah bagian yang paling sering digunakan oleh system di dalam game engine. Support sendiri berisi rumus‐rumus matematika yang biasa digunakan seperti : vector, matrix, memory manager, file loader merupakan dasar dari game engine dan hampir digunakan semua projek game engine.

        E. Renderer / Engine Core
      Pada game engine, engine core / renderer terdiri dari beberapa sub yaitu visibility, Collision Detection dan Response, Camera, Static Geometry, Dynamic Geometry, Particle Systems, Billboarding, Meshes, Skybox, Lighting, Fogging, Vertex Shading, dan Output.

        F. Game Interface
       Game interface sendiri merupakan layer diantara game engine dan game itu sendiri. Berfungsi sebagai control yang bertujuan untuk memberikan interface apabila di dalam game engine tersebut terdapat fungsi fungsi yang bersifat dinamis sehingga memudahkan untuk mengembangkan game tersebut.

        G.The Game
      Merupakan inti dari penggunaan game engine sendiri, sehingga user dapat mengembangkan game tersebut sesuai dengan yang diinginkan.

Beberapa Contoh Game Engine Open Source :
  • 3D Game Studio
  • Delta 3D
  • Unreal Engine
  •  Torque

Interaksi Fisik dalam Teknologi Game

    Konsol game terbaru dilengkapi dengan perangkat seluler yang melibatkan aktivitas fisik, sehingga bermain video game memungkinkan Anda untuk melatih otot dan gerakan secara bersamaan, seperti Nintendo Wii, PS3 Move, dan bahkan konsol Xbox 360 Kinect yang lebih canggih.
    Games – Permainan aktivitas fisik seperti tinju, tenis dan sepak bola. Anda perlu menggerakkan tangan dan anggota badan Anda sesuai dengan tema video game yang Anda mainkan. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan satu set
konsol. Ketiganya memiliki harga yang berbeda dan bisa disesuaikan dengan dompet Anda.


Efek fisik dalam game ada 2, yaitu positif dan negatif :

  1. Setiap game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Umumnya permainan ini dilengkapi pernak-pernik senjata, amunisi, karakter dan peta permainan yang berbeda. Untuk menyelesaikan level atau mengalahkan musuh secara efisien diperlukan strategi. Permainan game online akan melatih pemainnya untuk dapat memenangkan permainan dengan cepat, efisien dan menghasilkan lebih banyak poin.
  2. Meningkatkan konsentrasi. Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
  3. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan.
  4. Meningkatkan kemampuan membaca. Psikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak beralasan.
  5. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggris. Sebuah studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil berbahasa inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa sekolah maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai negara.
  6. Meningkatkan pengetahuan tentang komputer untuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan game tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar troubleshooting komputer dan overclocking.
  7. Meningkatkan kemampuan mengetik. Kemampuan mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan mouse untuk mengendalikan permainan.
Efek negatif dalam game : 

    A. Kecanduan

    Seperti yang disebutkan pada awal tulisan ini, kebahagiaan dan kesenangan yang dirasakan para gamer pada saat memainkan game, akan membuat orang tersebut ‘merindukan’ suasana hati yang mereka rasakan selama bermain game, sehingga mereka akan cenderung kembali bermain dan bermain lagi untuk mencari sensasi yang mereka rasakan tersebut. Untuk mencegah hal ini, adalah dengan membatasi waktu bermain game. Misalnya, 2 atau 3x dalam satu minggu dengan jangka waktu 1-2 jam.

    B. Membatasi Hubungan Sosial

    Pada dampak positif  bermain game telah dijelaskan bahwa bermain game dapat meningkatkan hubungan sosial secara online dengan para gamer diseluruh dunia. Sebaliknya dalam hal ini justru akan membatasi hubungan sosial di kehidupan nyata mereka. Banyak sekali para pecandu game memiliki sedikit waktu untuk membina hubungan sosial di kehidupan nyata mereka sehingga kemampuan berkomunikasi dan interaksi secara fisik dan oral menjadi tidak terasah.

    C. Mengganggu Kesehatan

Tunggu! Bukankah dalam poin sebelumnya disebutkan bahwa bermain game dapat menyehatkan karena banyak game yang harus melibatkan aktivitas fisik?

     Hal itu memang benar, aktivitas dan gerakan fisik dapat menyehatkan tubuh. Akan tetapi dengan bermain game yang terlalu intensif dapat mengganggu kesehatan mata, karena bagaimana pun juga permainan video game memerlukan kontak langsung antara mata dan layar monitor / TV yang dapat menyebabkan kerusakan pada mata atau menurunnya daya lihat untuk efek kedepannya.


Collision Detection

    Dalam kasus program game, algoritma untuk mendeteksi collision (tabrakan) diperlukan. Flash  5 dan di atasnya menyediakan metode yang disebut hitTest untuk menguji apakah klip video bertabrakan dengan film lain. Sebelum metode hitTest  tersedia, pemrogram Flash harus  secara manual menentukan koordinat klip video jika bertabrakan dengan klip video lain. Metode ini sangat membosankan karena Anda harus mempertimbangkan  ukuran klip video.

User Interface Pada Game Komputer




    User Interface menunjukkan tampilan antarmuka pengguna. Secara sederhana, antarmuka pengguna adalah koneksi atau mediasi antara komputer dan manusia atau pengguna komputer, dan dapat membangun hubungan antara perangkat komputasi dan pengguna. Antarmuka pengguna memainkan peran penting dalam dunia komputasi karena memudahkan pengguna untuk berinteraksi dengan  perangkat komputasi. Desain antarmuka pengguna gameberbeda dari desain antarmuka pengguna lainnya karena mengandung elemen fiktif tambahan. Fiksi termasuk avatar pengguna  atau gamer nyata. Desain antarmuka game mempengaruhi tingkat kenyamanan dan sejauh mana pengguna atau pemain tertarik pada game. 

    Ada teori antarmuka pengguna game  yang diajukan oleh Erik Fagerholt dan Magnus Loretzon dari Universitas Teknologi Chalmers. Dalam disertasinya, mereka menulis disertasi tentang desain antarmuka pengguna yang berjudul "Beyond the HUD – A User Interface to Meningkatkan Player Immersion in FPS Games." Mereka memperkenalkan istilah untuk berbagai jenis antarmuka yang terkait dengan desain video game. 

    HUD  sendiri adalah singkatan dari Heads Up Display, cara untuk menyampaikan informasi secara visual kepada pemain sebagai bagian dari antarmuka pengguna game. Biasanya menampilkan bar kotak HP (titik kesehatan) atau MP (titik mana), biasanya di atas kepala karakter. Fitur HUD ini dimaksudkan agar pemain dapat dengan mudah melihat status karakter yang ada di dalam game.

Dalam desain antarmuka game terdapat beberapa elemen yang diantaranya adalah : 

        1. Diegetic

        Elemen user interface yang diegetik ada dalam dunia permainan (fiksi dan geometris) sehingga pemain dan avatar dapat berinteraksi dengan mereka melalui visual, audible atau haptic. Elemen UI diegetik yang dieksekusi dengan baik dapat meningkatkan pengalaman narasi untuk pemain, memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan terintegrasi. Salah satu game yang mengimplementasikan elemen diegetic adalah Assassin’s Creed. Assassin’s Creed berhasil menggunakan banyak pola diegetic meskipun itu diatur dalam dunia sejarah karena pemain pemain menggunakan sistem virtual reality di masa depan. Jadi cerita sebenarnya futuristik daripada sejarah.



        2. Meta

    Gambaran yang bisa muncul dalam dunia game, namun tidak selalu divisualisasikan spasial untuk pemain.Contoh yang paling jelas adalah efek ditampilkan di layar, seperti percikan darah pada kamera untuk menunjukkan kerusakan. Contoh: Grand Theft Auto 4 Berinteraksi dengan telepon di Grand Theft Auto 4 adalah contoh menarik. Ini meniru interaksi dunia nyata – Anda mendengar dering telepon dan ada penundaan sebelum karakter dan pemain menjawabnya. Elemen UI sebenarnya itu sendiri muncul pada pesawat hub 2D, jadi itu benar-benar elemen Meta, meskipun awal interaksi yang diegetik.
        


 
        3. Spatial

    Elemen User Interface yang disajikan dalam ruang permainan 3D dengan atau tanpa suatu entitas dari dunia permainan yang sebenarnya (diegetik atau non-diegetik).

    Fable 3 adalah contoh di mana unsur-unsur spatial yang digunakan untuk memberikan informasi lebih kepada pemain dan mencegah mereka dari melompat ke layar peta. Jejak bersinar hampir cocok dalam fiksi mengingat kualitas estetika ajaib itu tapi karakter tidak dimaksudkan untuk menyadari hal itu. Ini memandu pemain ke tujuan berikutnya.




        4. Non-Diagetic

    Antarmuka yang diberikan di luar dunia game, hanya terlihat dan terdengar ke pemain di dunia nyata desain interface ini semuanya mengunakan visual heads-up display (HUD). semua menjadi sangat nyaman dengan penggunaan heads-up display (HUD) dalam permainan. Sistem ini memberikan informasi penting dengan cara yang cukup sederhana. Jika dilakukan dengan benar pemain bahkan tidak tahu itu ada. Mass Effect 3 menggunakan banyak Non-diegetik elemen UI untuk menginformasikan pemain senjata karakter dipilih dan kekuasaan – antara lain. Mengingat pengaturan futuristik itu saya tidak bisa membantu untuk berpikir jika beberapa informasi ini bisa telah terintegrasi ke dalam dunia game, narasi, atau bahkan keduanya.



DAFTAF PUSTAKA 

https://id.wikipedia.org/wiki/Game_engine

https://reyazz.wordpress.com/2018/04/14/arsitektur-game/

https://cyberxskynet.wordpress.com/2015/04/24/interaksi-fisik-dalam-teknologi-game/

https://cyberxskynet.wordpress.com/2015/04/24/interaksi-fisik-dalam-teknologi-game/

https://sylviaalfarina.wordpress.com/2015/04/22/user-interface-pada-game-komputer/





Komentar

Postingan Populer