INTERAKSI FISIK DALAM GAME

INTERAKSI FISIK DALAM GAME



    Indonesia adalah gudangnya gamer. Mulai dari anak – anak sampai dengan orang tua suka sekali dengan game. Anak – anak  zaman sekarang tidak asing lagi dengan gadget dan teknologi. Anak  berusia 14 tahun kebawah sebagai “digital natives” alias penduduk asli yang menghuni dunia digital ini. Tinggal sebut saja, entah itu komputer PC, komputer ,  tablet,  play station, sampai beraneka jenis smartphone yang dimiliki orangtua di rumah, pasti sudah “khatam” diutak-atik oleh si praremaja. Untuk apa lagi kalau bukan untuk menjajal beraneka macam game seru yang tersedia online, baik yang bisa diunduh gratis maupun yang berbayar.

Deteksi Tubrukan (Collision Detection)

Deteksi tubrukan (Collision Detecion) adalah fungsi yang dapat mendeteksi tabrakan antara 2 obyek atau lebih.

Apa pentingnya Deteksi Tubrukan (Collision Detection) dalam game?  Algoritma untuk mendeteksi collision (tabrakan) sangat dibutuhkan untuk program game. Flash mulai versi 5 ke atas menyediakan method yang bernama hitTest untuk memeriksa apakah sebuah movie clip bertabrakan dengan movie yang lain. Sebelum method hitTest ini tersedia, seorang programmer Flash harus mendeteksi secara manual koordinat sebuah movie clip, apakah movie clip ini bertabrakan dengan movie clip lain. Cara ini sangat merepotkan karena harus mempertimbangkan pula ukuran movie clipnya. 

Efek Fisik Terhadap Game

Apakah  kebanyakan main game bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak?
Ya! Anak banyak bermain game akan mengganggu pertumbuhannya,  bahkan anak yang sering bermain akan menjadi anak yang agresif. Tapi, dengan bermain game ada pengaruh positifnya juga. 

Selain itu ada beberapa pengaruh positf dan negatif  bermain game terhadap perkembangan anak, diantaranya:

DAMPAK POSITIF


     1. Meningkatkan koordinasi mata dan tangan
    Dari hasil penelitian bahwa manusia yang bermain game dapat meningkatkan keterampilan koordinasi mata dan tangan. Sebab, konsentrasi saat bermain game dapat melakukan olahraga gerakan fisik.

     2. Mengajarkan kerja sama tim
    Banyak game yang menggunakan banyak pemain (multi-player), yang mengharuskan para pemain bekerja sama dalam satu tim untuk mengalahkan tim lain. Dan dalam bermain tim ini harus dituntut untuk menguasai konsep permainan tersebut. Sehingga mereka akan belajar bekerja sama dalam melaksanakan misinya untuk tujuan akhir.

     3. Memperbaiki mood
    Anak – anak biasanya akan senang jika mempergunakan waktunya untuk bermain. Orang tua justru memperbolehkan mereka untuk bermain disaat dia mempunyai waktu kosong diluar jam sekolah dan belajar. Sehingga anak akan merevitalisasi pikiran mereka sehingga suasana hati akan senang.

     4. Mengajarkan ilmu akademis
    Video game juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar. Ada banyak permainan yang membantu untuk mengajarkan Matematika, Sains, Bahasa Inggris dan mata pelajaran lainnya dengan konsep menarik dan interaktif. Banyak survey telah membuktikan bahwa anak-anak lebih tertarik belajar melalui game ketimbang aktivitas belajar pada umumnya.

     5. Menyatukan anggota keluarga
Anak-anak biasanya akan merasa senang jika orangtua mereka mau ikut bergabung dan bermain game kesukaan mereka. Lakukan kegiatan ini di malam hari, hari libur atau akhir pekan. Selain dapat merekatkan hubungan Anda dengan buah hati, cara ini berguna untuk mengawasi jenis game yang sering dimainkan anak.

     6. Aktivitas Fisik
Ada banyak video game di pasaran yang dalam pengoperasiannya memerlukan beberapa jenis aktivitas fisik. Apakah itu menari atau bermain gitar. Di sinilah dibutuhkan kecerdikan orang tua untuk memiliki jenis game untuk anak-anak mereka, yang dapat memaksa mereka (anak-anak) untuk bergerak ketimbang harus duduk di sofa sepanjang hari.

     7. Kebugaran dan Gizi
Banyak game yang menggabungkan unsur kebugaran, gizi dan hidup sehat sebagai tujuan utama permainan. Bahkan tidak sedikit  gameyang menyajikan tujuan utama permainan mereka pada kebugaran fisik, yang bertujuan mendorong para pemain untuk menurunkan berat badan untuk mempertahankan gaya hidup sehat.

     8. Sportivitas dan adil
Sportivitas dan adil (fair play) adalah nilai-nilai yang umum dikembangkan dalam olahraga dan organisasi. Game secara tidak langsung menawarkan Anak Anda nilai-nilai ini, terutama saat bersaing satu sama lain.

     9. Mengatasi rasa sakit
Bermain video game bisa menjadi sarana untuk mengatasi rasa sakit fisik atau emosional,  misalnya, pada orang yang sedang menderita suatu penyakit di mana hanya dapat melakukan aktivitas di kamar tidur.


DAMPAK NEGATIF 



     1.Kurang Tidur
    Biasanya kalo kamu udah asyik main game, kamu bakal mengabaikan rasa kantuk. Jadilah kamu terlalu asyik memainkan sebuah permainan, terus waktu tidurmu bakal berkurang deh.

     2. Malas Mandi
Kalo udah pewe di depan PC atau laptop, kamu bakal malas bergerak ke mana-mana kan? Akibatnya, kamu jadi nggak dengar suruhan mama buat mandi deh. Nggak cuma itu, kalo kamu habis makan snack sambil main, sampah bekas snackitu bakal bertebaran di meja karena kamu malas buat bersih-bersih.

     3. Mengasingkan Diri
Biasanya para gamer sering berkomunikasi sama lawan mainnya di dunia maya, tapi mereka malas bersosialisasi sama teman-teman di dunia nyata. Soalnya, realita kadang nggak sesuai bayangan.

     4. Depresi
Ini terjadi kalo gamer udah addicted berat sama game. Kalo kamu nggak maingame sehari aja, rasanya pasti ada yang mengganjal. Pokoknya, kamu merasa harus main game untuk memenuhi “kebutuhanmu” itu.

     5. Stres
    Seringkali game itu memberikan sebuah kompetisi atau persaingan yang bikin kamu cari cara untuk memenangkan game itu. Kalo nggak menang, kamu bakal coba lagi sampai kamu bisa marah-marah sendiri kenapa kalah terus. Nah, itulah penyebab stres, Loopers. Anehnya, kalo gamer udah merasa stres, cara mengatasinya dengan tetap bermain game dan melupakan waktu.

     6.  Arthritis dan Carpal Tunnel Syndrome
    Arthritis adalah kelainan sendi yang meliputi peradangan, sedangkan Carpal Tunnel Syndrome adalah tekanan pada saraf di pergelangan tangan. Nah, keseringan main game bisa memperbesar kemungkinan terjangkit dua penyakit itu, Loopers. Soalnya, kalo kamu main game, jari-jari tangan kamu bakal bergerak aktif tanpa istirahat.

     7. Kehilangan Nafsu Makan
    Kayak nomor 1, para gamer jadi kehilangan nafsu makan gara-gara fokus bermaingame. Kalo disuru makan, mereka malah memilih makanan cepat saji seperti mie instan yang kurang gizinya.

     8. Agresif
    Gara-gara terlalu berambisi memenangkan suatu permainan, para gamer jadi agresif dan ambisius, Loopers. Misalnya, kamu jadi marah kalo aktivitas bermaingame-mu terganggu sama orang lain.

     9. Sakit Mata
    Yap, gara-gara terlalu sering menatap layar laptop atau PC, mata kamu jadi kena radiasi yang terpancar. Apalagi kalo keterusan, mata kamu bakal sakit dan buram saat melihat.

     10. Mudah Lelah
    Keseringan duduk di depan laptop atau PC bisa bikin para gamer jadi pegal-pegal. Soalnya, kamu nggak menggerakkan tubuhmu, Loopers. Begitu kamu gerakkan, badan kamu pun terasa sakit karena badanmu belum siap bergerak.


Sumber : 
 https://ezadityo.wordpress.com/2017/04/27/interaksi-fisik-dalam-game/

http://rikaayuputrik.blogspot.com/2016/05/petgame-interaksi-fisik-dalam-teknologi.html

Komentar

Postingan Populer